Pilkada 2024 Damai dan Terhindar dari Politik Uang: Harapan Menuju Demokrasi Sehat di Indonesia

Sep 24, 2024 - 17:00
Sep 25, 2024 - 08:02
Pilkada 2024 Damai dan Terhindar dari Politik Uang: Harapan Menuju Demokrasi Sehat di Indonesia

Oleh: Rizal Sitompul
(Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning

Pemilu sebagai salah satu pilar demokrasi, memainkan peran penting dalam menentukan arah bangsa Indonesia. Setiap lima tahun, rakyat diberikan kesempatan untuk memilih wakil mereka di parlemen dan pemimpin negara. Namun, pemilu di Indonesia masih sering diwarnai oleh praktik-praktik negatif seperti politik uang dan kampanye yang tidak sehat.

Indonesia, sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, telah menunjukkan kemajuan dalam penyelenggaraan pemilu, terutama dalam hal partisipasi masyarakat. 

Namun, pemilu yang damai bukan hanya tentang tidak adanya kekerasan fisik; lebih dari itu, pemilu damai harus mencakup persaingan politik yang sehat, keterbukaan informasi, dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat.

Pemilu yang damai juga memastikan bahwa proses demokrasi berjalan dengan lancar, tanpa adanya intimidasi atau tekanan terhadap pemilih. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap hasil pemilu, yang pada akhirnya dapat memperkuat legitimasi pemerintah yang terpilih. Dengan menciptakan suasana pemilu yang damai, bangsa ini dapat terhindar dari potensi konflik sosial yang dapat memecah belah persatuan nasional.

Sementara, Politik uang adalah salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan pemilu yang jujur dan adil. Dalam praktik ini, kandidat atau partai politik memberikan uang atau barang sebagai imbalan atas dukungan pemilih. Fenomena ini sangat merusak tatanan demokrasi karena mengubah pemilu dari mekanisme pilihan rasional menjadi transaksi jual beli suara.

Ketika politik uang merajalela, hasil pemilu bukan lagi mencerminkan kehendak rakyat, melainkan hasil dari kekuatan finansial pihak tertentu. Ini menciptakan siklus ketidakadilan yang merugikan masyarakat luas, di mana kebijakan publik cenderung lebih menguntungkan mereka yang memiliki modal besar, bukan rakyat yang sesungguhnya menjadi objek utama demokrasi.

Praktik politik uang juga sering kali merusak moralitas dan integritas para pemilih. Di beberapa daerah, politik uang telah menjadi fenomena yang "normal," di mana masyarakat menganggap pemberian uang atau barang sebagai bagian tak terpisahkan dari pemilu. Hal ini tidak hanya mengikis kepercayaan terhadap proses demokrasi, tetapi juga menciptakan generasi pemilih yang tidak kritis dan mudah dimanipulasi.

Masyarakat yang cerdas dan kritis dalam memilih, serta pemerintah yang tegas dalam menegakkan hukum, menjadi kunci sukses dalam upaya ini. Jika politik uang dapat diberantas, hasil pemilu akan lebih mencerminkan kehendak rakyat, sehingga para pemimpin yang terpilih benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat luas, bukan segelintir kelompok tertentu.

Dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, harapan untuk mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan damai bukanlah sesuatu yang mustahil. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi contoh sukses demokrasi di dunia, dan semua itu bisa terwujud jika setiap elemen bangsa berperan aktif dalam menjaga integritas pemilu.